
Foto : CNN
Dalam surat yang ditulis olehnya, Omaima menyoroti kekerasan yang menimpa perempuan-perempuan Mesir di saat revolusi berlangsung. Omaima pun memuji peranan seorang ibu yang berjuang melawan pemerintahan di negaranya.
"Saya ucapkan selamat pada seluruh perempuan di dunia ini dan para ibu yang mengorbankan sosok yang dicintainya dalam revolusi. Ini adalah Arab Spring yang sebenarnya dan akan berubah menjadi Islamic Spring," tulis Omaima, seperti dikutip Reuters, Jumat (8/6/2012).
"Revolusi ini menggulingkan para tiran yang kriminal dan saya pun berterima kasih pada upaya dan kesabaran Anda yang membesarkan putra Anda dengan kehormatan," imbuhnya.
Surat itu mendesak seluruh perempuan Muslim agar tetap mengenakan hijabnya karena hijab merupakan identitas dari seorang perempuan Muslim. Omaima mengatakan, Barat memang selalu mendesak perempuan-perempuan melepaskan hijabnya untuk menghilangkan identitas keIslamannya.
"Pesan saya untukmu adalah, besarkanlah anak-anakmu dengan cinta dan Jihad. Bersiaplah untuk mewujudkan kemenangan Islam dan kebebasan Yerusalem," tambahnya.
Selain membahas mengenai peranan perempuan di Arab Spring, istri dari Zawahiri itu pun membicarakan isu Palestina dan Tunisia. Omaima berharap, revolusi akan segera membebaskan Kota Yerusalem dan menciptakan kemenangan.
"Kami akan memiliki negara berbasiskan syariah dan kami akan membebaskan Palestina," tuturnya.






