Pemeriksaan janda dan putri Osama bin Laden (Foto: AFP) SANAA - Amal Abdul-Fattah Al-Sada, janda dari mantan pemimpin jaringan teroris Al Qaeda Osama Bin Laden, dikabarkan akan kembali ke Yaman. Tetapi dirinya diperbolehkan kembali ke negara asalnya itu, setelah menjalani tahanan rumah selama 45 hari.
Al-Sada dikabarkan akan dikembalikan ke negaranya, setelah Pemerintah Yaman memberikannya garansi bahwa dirinya tidak akan diinterogasi bila kembali ke tanah kelahirannya. Jaminan ini juga diberikan oleh kakak Al-Sada, Zakaria Al-Sada.
Sebelumnya pada Senin 2 April lalu, tiga janda Osama bin Laden dan dua putrinya divonis tahanan rumah selama 45 hari. Mereka dianggap bersalah karena tinggal di Pakistan secara ilegal. Demikian diberitakan Yemen Times, Kamis (5/4/2012).
Al-Sada dikatakan akan kembali ke Yaman, bersama dengan adiknya. Mereka akan menjalani tahanan rumahnya, di salah satu rumah mereka di Islamabad.
Pemerintah Pakistan menahan para janda Bin Laden ini, setelah pasukan Amerika Serikat (AS) melakukan penggerebakan atas rumah Bin Laden pada 2 Mei tahun lalu. Mantan pemimpin Al Qaeda itu tewas dalam operasi yang dilakukan oleh marinir AS.
Al-Sada sendiri tinggal bersama dua istri Bin Laden lainnya. Selama berada di rumah itu, dikabarkan Al-Sada dicemburui oleh dua istri Bin Laden lainnya, karena tokoh Al Qaeda tersebut lebih menyukai Al-Sada.






