Jakarta - Boleh jadi kenaikkan bahan bakar minyak bersubsidi masih mengalami penundaan. Akan tetapi harga bahan bakar non subsidi saat ini berubah menjadi lebih tinggi, yang akhirnya menggugah pengendara untuk tetap menggunakan bahan bakar bersubsidi.
Hal yang ikut memprihatinkan adalah banyaknya kendaraan mahal yang juga ikut-ikutan menenggak bahan bakar bersubsidi. Hal ini juga yang membuat SBY buka suara untuk melarang para pemilik kendaraan mahal menggunakan bahan bakar bersubsidi.
Lalu bagaimana pendapat Toyota mengenai banyaknya para pengguna kendaraan mahal termasuk Toyota Alphard yang mengisi bahan bakar bersubsidi?
"Itu perlu dijelaskan, Toyota tidak pernah merekomendasi konsumen untuk menggunakan low oktan, karena penggunaan pertamax itu lebih dan lebih irit 10 persen," kata Presdir PT Toyota Astra Motor Johnny Dharmawan disela-sela peluncuran All New Camry, Rabu (4/4/2012).
"Jadi pakailah oktan tinggi lebih baik, dan kita di Astra dan Toyota sudah mengunakan oktan tinggi," tambahnya.
Johnny juga menilai perbedaan harga bahan bakar subsidi dan non subsidi, terlalu tinggi yang membuat banyak pihak tergiur.
"Aku secara pribadi kita melihat ada sesuatu yang parah. Namanya ada perbedaan harga itu tidak baik, ini bisa menjadi penyebab ada penyelundupan dan penyalah-gunaan bahan bakar," tandasnya,
Sementara dari sisi performa Kepala Bengkel Plaza Toyota Parman Suanda menegaskan bahwa premium tidak bagus untuk mobil mewah karena mobil mewah sekarang sudah dibuat untuk meminum bensin beroktan tinggi sebagai standar.
Kalau bahan bakar tidak sesuai, mungkin dalam waktu dekat bersahabat dengan kantong, tapi dalam waktu lama-lama, mobil ngelitik.
"Kalau angka oktan rendah pembakaran tidak sempurna akan kerak-kerak di ruang bakar serta katup-katup. Sehingga katup akan cepat rusak, dan ini harus membongkar setengah mesin atau membongkar cylinder head overhoul(skir klep). Dan ruang bakar harus dibersihkan," ujarnya.
Akibatnya beberapa komponen pasti harus diganti, akibat rusak setelah menggunakan oktan yang tidak sesuai.
"Kalau udah dibongkar pasti akan diganti beberapa part, seperti Gasket cylinder head, seal katup, dan katup-katup lainnya. Jika sudah rusak maka harus skir klep dan untuk kendaraan premium seperti Camry, Alphard bisa menghabiskan dana hingga kurang lebih Rp 12 juta," ujarnya.






