Rabu, 04 April 2012

10 Bulan Jadi Mayat di Arab Saudi

Setelah 10 bulan menjadi mayat di Arab Saudi, Dede Khodijah (36), TKW asal Kampung Cihanja RT 01/02, Desa Lingkung Pasir, Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (2/4), tiba di Bandara Soekarno - Hatta.

Kedatangan jenazah Dede sekitar pukul 15.00 dengan pesawat SV 812, diterima oleh pihak keluarga, staf Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), dan aktivis buruh, Anis Hidayah, Direktur Eksekutif Migrant Care. "Kami menyayangkan sikap pemerintah RI yang lepas tangan terhadap nasib TKI di luar negeri. Contohnya kasus Dede ini, jenazah dia terkatung-katung selama 10 bulan karena tak ada yang mengurus," ucap Anis.

Menurut Anis, waktu dan penyebab kematian Dede Khodijah sampai saat ini masih misteri. Untuk waktu kematian ada dua versi, yakni berdasarkan akte kematian yang dikeluarkan RS Damad Al-Am di Arab Saudi pada 28 Juni 2011. Sementara berdasarkan Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri, Dede meninggal pada 31 Mei 2011.

"Menurut surat Kemenlu itu, Dede meninggal karena minum bahan kimia fosforik organik. Ini harus diinvestigasi," ujar Anis.

Dede Khodijah sendiri pergi ke Arab Saudi untuk menjadi pembantu rumah tangga pada 24 April 2011, melalui agen PT Youmba Biba Abadi. "Sejak Dede meninggal, kami sudah berjuang ke DPR, Ombudsman, Kemenlu, BNP2TKI, dan Kemenakertrans, tapi tidak ada hasil. Makanya jenazah Dede terkatung-katung selama 10 bulan di Arab Saudi, karena tak ada yang mengurus," ucap Anis.

Karena itu Anis mendesak pemerintah RI untuk mengusut tuntas penyebab kematian Dede Khodijah. "Masih banyak TKI yang mengalami nasib serupa. Pemerintah RI harus bertanggung jawab terhadap nasib mereka. Jangan lepas tangan begitu," tegasnya.

A'at Supa'at, perwakilan keluarga Dede, tidak terima atas nasib yang menimpa sepupunya itu. "Saya mau jenazah Dede diotopsi lagi di Indonesia. Karena penyebab kematiannya tidak jelas. Saya khawatir dia dibunuh," ucapnya.

Menurut A'at, pihak keluarga mendapat informasi kematian Dede pada 27 Juli 2011, atau tiga bulan setelah bekerja di Arab Saudi. Selama bekerja, Dede sendiri tidak pernah berkomunikasi dengan pihak keluarga. "Keluarga sudah pernah menanyakan nomor telepon kepada PT Youmba, tapi tidak dikasih," ucapnya.

Karena itu setelah diketahui hasil otopsi, kata A'at pihak keluarga baru menentukan sikap. Apakah akan mengambil langkah hukum atau tidak. Namun jenazah Dede akan dikebumikan di kampung halamannya, Garut.

Selain jenazah, pihak keluarga Dede juga akan menerima asuransi dan gaji selama tiga bulan Dede di Arab Saudi sebesar Rp 55 juta. "Uang ini tak ada artinya, karena nyawa sepupu saya meninggal secara tak jelas," ucapnya